Rabu, 06 Februari 2013


Jenis-jenis Batuan

1.    Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan hasil pendinginan batuan cair pijan (magma) yang berasal dari dalam perut bumi yang membeku pada saat gunung api meletus.
Batuan beku terbagi menjadi tiga, sebagai berikut :

a.       Batuan plutonik
b.      Batuan intrusif
c.       Batuan ekstrusif


2.    Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk sebagai akibat perombakan/ terkikisnya batuan dari suatu tempat kemudian di endapkan secara berlapis-lapis ke tempat yang lain.
 Batuan sedimen terbagi menjadi 3, yaitu :

  1. Aluvium
  2. Batuan muda yang lunak
  3. Batuan tua yang keras

Menurut asal pembentukannya terbagi batuan sedimen terbagi menjadi 3, yaitu :

  1. Batuan sedimen klasik
  2. Batuan organik
  3. Batuan kimiawi


PENGARUH PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Bawang merah bahasa latinya disebut Allium ceva. Bawang merah pertama ditemukan di Syiria. Di Indonesia zaman dahulu sudah lama mengenal bawang merah dan sampai sekarang pun masih dipergunakan dan dimanfaatkan bagi orang-orang yang membutuhkan. Manfaatnya sangat banyak terutama bagi ibu rumah tangga sebagai bumbu masakan, pumbuatan kue dan bagi orang sakit sebagai obat-obatan.
Dari tahun ketahun bawang merah tersebut terus berkembang dan bertambah banyak karena setiap negeri ataupun desa sudah ada oang yang menanamnya akan tetapi penanaman bawang merah tersebut tergantung pada iklim dan tempatnya. Dalam penanamannya, bawang merah juga memerlukan pupuk, karena pupuk sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan bawang merah. Pertumbuhannya akan menjadi lebih baik dan subur jika bawang merah tersebut di beri pupuk.

1.2  Rumusan Masalah

Mengacu pada latar belakang, maka dari itu kami ingin meneliti/melihat pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan tanaman  bawang  merah,  dengan  permasalahan   sebagai berikut :

1.                  Bagaimana pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan bawang merah ?

1.3 Hipotesis
             
Pemberian pupuk urea terhadap tanaman bawang merah akan mempercepat pertumbuhannya.

1.4 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui jenis pupuk yang cocok akan cepatnya pertumbuhan bawang merah.


1.5 Manfaat Penelitian

Memberikan informasi bagi siswa mengenai pertumbuhan bawang merah jika diberikan pupuk yang berbeda.
































BAB II
LANDASAN TEORI

2.1Ekomorfologi Bawang Merah

            Bawang merah merupakan tanaman semusim, berakar serabut, daun berbentuk silindris, membentuk rumput, pangkal daun saling membungkus dan membekang membentuk umbi lapis. Bagian yang bengkak berisi cadangan makanan untuk persediaan makanan bagi tunas yang akan tumbuh menjadi tanaman baru, sejak mulai tunas hingga keluar akar baru (Wibowo, 1988).
Bagian atas bengkakan (umbi) mengecil kembali dan tetap saling membungkus bentuk batang semu. Sementara bagian bawah umbi  berbentuk cakram yang merupakan batang pokok yang tidak sempurna (rudimeter). Pada bagian bawah cakram tersebut tumbuh akar-akar serabut, sedang di bagian atas cakram, diantara lapisan daun yang membengkak, terdapat mata tunas (tunas leteral) yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru. (Wibowo 1988).
Bawang merah dapat di ditanam pada dataran rendah sampai dataran tinggi yaitu pada ketinggian 0 sampai 900 m dpl dengan curah hujan 300 sampai 2500 mm per tahun. Pada ketinggian 800 sampai 900 m dpl, umbi yang terbentuk lebih kecil dan berwarna kuning mengilap. Selain itu, umurnya labih lama dibandingkan umur tanaman didataran rendah, ( Rahayu dan Berlian 1994).
            Adanya fluktuasi hasil sebagai akibat fluktuasi faktor lingkungan berkaitan dengan mekanisme stabilitas penampilan tanaman. Pengembangan tanaman bawang merah diarahkan pada kesesuaian faktor fisik lingkungan secara optimal. Dalam kaitan dengan hal tersebut, ketersedian varietas yang sesuai dengan lingkungan setempat dan berpotensi hasil tinggi merupakan faktor yang secara langsung mempengauhi daya hasil dan varietas. (Erlina A, dan Prapto Y, 2003).
            Iklim yang cocok untuk bawang merah adalah iklim kering yang curah hujan dengan suhu udara panas terutama yang mendapat sinar matahai dari 12 jam. Dalam Rahayu dan Berlian (2003) menyatakan, daerah yang sesuai untuk pertumbuhan bawang merah adalah wilayah yang bersuhu antara 25 sampai 32 ºC, dan kelembapan mencapai 80 – 90%. Tanaman bawang merah yang ditanam di daerah yang suhu 22 ºC masih mudah untuk membentuk umbi, namun hasilnya tidak sebaik jika di tanam di dataran rendah yang cerah dan panas.
Pada suhu 22 ºC, bawang merah sulit untuk berumbi atau bahkan tidak dapat membentuk umbi (Wibowo 2005). Tanaman bawang merah menghendaki kondisi tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organic, struktur tanah gumpal dan bersifat  poros dengan pH antara 5,5 – 6,5. Pada tanah asam (pH tanah dibawah 5,5), garam aluminium (Al) yang terlarut dalam tanah bersifat racun sehingga tanaman bawang merah akan kerdil. Pada tanah basa ( pH tanah diatas 6,5), garam mangan (Mn) tidak dapat diserap dan digunakan oleh tanaman sehingga umbinya kecil dan hasilnya rendah (Sunaryo dan Soedomo 1983).

2.2 Teknik Budidaya Bawang Merah

            Di Indonesia tanaman bawang merah telah lama di usahakan oleh petani sebagai usaha tani komersial. Meskipun demikian, adanya permintaan dan kebutuhan bawang merah yang terus meningkat setiap tahunnya belum dapat diikuti oleh peningkatan produksinya. ( Erlina A, Prapto Y, 2003).
            Bawang merah dapat ditanam didataran rendah ataupun dataran tinggi, bawang merah juga merupakan salah satu komoditas tanaman sayuran yang dapat di tanam di tanah-tanah tegalan ataupun sawah (Sugeng 1983,5). Namun dengan demikian tidaklah sama dalam tekinik budidayanya, secara umum teknik budidaya bawang merah meliputi persiapan budidaya, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen, dan pasca panen.
Menurut Rahayu dan V.A (2007) secara rinci teknik budidaya bawang merah hendaknya diawali dengan persiapan budidaya yang meliputi, memperkirakan waktu penanaman, hendaknya bawang merah di tanam pada daerah beriklim kering dengan suhu yang agak panas dan cuaca cerah.
            Untuk media tumbuh, bawang merah menyukai tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organic. Keasaman tanah (pH) yang paling sesuai untuk bawang merah adalah yang agak asam sampai normal (6,0 – 6,8) (Rahayu dan V.A 2007).
Pengolahan tanah pada umumnya untuk tanaman sayuran adalah sama, begitu pula untuk pengolahan tanah bawang merah di awali dengan membajak/mencangkul lahan yang akan ditanami dan kemudian menggemburkannya. Pembuatan bedengan merupakan pengolahan tanah tahap akhir, dengan membuat parit-parit sebagai drainase diantara bedengan-bedengan dengan ukuran disesuaikan komoditas yang akan dibudidayakan (Sugeng HR 1983). Pada umumnya bedengan untuk tanaman sayuran berukuran 10 m x 1 m dengan tinggi bedengan berkisar 10 – 15 cm. untuk tinggi bedengan dapat disesuikan dengan curah hujan, semakin tinggi curah hujan sebaiknya bedengan lebih tinggi berkisar 15 – 20 cm.
Bedengan yang tinggi akan mudah kehilangan air, jadi pada musim kurang air dengan evaporasi tinggi sebaiknya tinggi bedengan tidak terlalu tinggi, dapat juga disesuaikan dengan ukuran lebar bedengan.
            Selanjutnya proses pemaneman hingga panen berturut-turut langkah perawatan yang diberikan berupa, penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta panen dan pasca panen.

2.3  Media Tanah Bagi Bawang Merah

Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupantumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup bebrbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak. (Wikipedia 2008).
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya tidaklah terlepas dari pengaruh struktur terhadap kapasitas air tanah, ketersediaan air yaitu selisih antara air yang di tambat pada kapasitas lapang prosentasi layu tetap (Sanchez, 1992,117).
            Kegembuan tanah akan sangat dipengaruhi oleh perbandingan kandungan unsur-unsurnya. Tanah yang berstektur lemah atau gembur, biasanya kandungan pasir (tanah slitnya) lebih tinggi dibandingkan pasir litany (clay). Secara umum tekstur tanah terdiri atas pasir liat dengan ukuran diameter lebih kecil dari 2 x 10-3 mm, pasir slit dengan ukuran diameter berkisar 2 x 10-3 s/d 2 x 10-2 mm, dan tanah dengan tekstur pasir (sand) biasanya ukuran diameternya mencapai 2 mm.
            Tanah bertekstur gembur memungkinkan terjadinya aerasi dan drainasi yang cukup baik. Bawang merang akan tumbuh dengan baik pada kondisi tanah gembur. Disisi lain tanah gembur akan lebih mudah mengikat unsur-unsur hara  esensial bagi berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Bawang merah juga merupakan salah satu komoditas sayuran dataran rendah, (Erlina A. Prapto Y 2003).













BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1 Tempat Penelitian

Didesa Blang Sapek, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya.

3.2 Hari/Tanggal

Selasa/3 – 17 September 2010. ( Berlangsung selama 15 hari).

3.3 Bahan yang Digunakan     :

1.      Bawang merah
2.      Folibet
3.      Tanah
4.      Pupuk Urea
5.      Pupuk kandang
6.      Air
7.      Gayung
8.      Alat pengukur (Rol)
9.      Kamera

3.4  Cara Kerja

3.4.1        Sediakan bawang merah 9 biji yang telah dikoleksi.
3.4.2        Sediakan Folibet 9 buah yang berisi dengan tanah yang bagus dan ukuran yang sama.
3.4.3        Pada 3 folibet pertama diisi pupuk urea, 3 folibet kedua diisi pupuk kandang, dan 3 folibet lagi diisi tanah biasa.
3.4.4        Kesembilan folibet tersebut dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama diberi nama ABC, kelompok kedua diberi nama DEF, Serta kelompok ketiga diberi nama GHI, dengan maksud agar mudah ditandai. Kemudian setiap kelompok jangan terlalu berdekatan ditempatkan.
3.4.5        Tanamkan bawang tersebut, setiap folibet 1 biji bawang merah dilakukan pada hari yang sama.
3.4.6        Setelah semuanya siap ditanam, letakkan bawang merah yang sudah ditanam tadi pada tempat terbuka.
3.4.7        Lakukan penyiraman 1 kali sehari pada sore hari.
3.4.8        Lakukan penelitian mulai hari pertama dalam  selang waktu 3 hari yang dilakukan secara terus-menerus sampai hari ke-15. dan hasilnya dimasukkan ke dalam tabel hasil pembahasan pada bab IV agar diketahui pertumbuhan yang baik dengan penanaman pupuk yang berbeda.

3.5  Parameter yang Diukur

3.5.1        Tinggi batang
3.5.2        Jumlah daun.





                                               


















BAB IV
ANALISA DATA

Tabel 4.1 Hasil Pengamatan terhadap Pertumbuhan Batang
No
Pot
Pertumbuhan Batang / Mati (cm)
Jumlah (cm)
Rata-rata (cm)
Hari ke-5
Hari ke-10
Hari ke-15
1.
Pupuk Urea
I
II
III
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
-
-
-
-
-
-
2.
Pupuk Kandang
IV
V
VI
7
8
1
15
19
7
24
35
29
46
62
37
15,33
20,67
12,3
3.
Tidak ada Pupuk
VII
VIII
IX
6
5
1/2
16
13
8
30
27
30
52
45
38,5
17,33
15
12,83


Grafik Hasil Pengamatan terhadap Pertumbuhan Batang (Dalam Cm).

Berdasarkan Grafik di atas, menunjukkan bahwa Pertumbuhan Batang dengan Pupuk Kandang Lebih Tinggi daripada Pupuk Urea dan Tidak ada Pupuk.



Tabel 4.2 Hasil Pengamatan terhadap Pertumbuhan Jumlah Daun
No
Pot
Pertumbuhan Jumlah Daun
Jumlah (cm)
Rata-rata (cm)
Hari ke-5
Hari ke-10
Hari ke-15
1.
Pupuk Urea
I
II
III
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
Mati
­-
-
-
-
-
-
2.
Pupuk Kandang
IV
V
VI
6
9
3
10
15
8
10
18
16
26
42
27
8,67
14
9
3.
Tidak ada Pupuk
VII
VIII
IX
6
7
2
16
14
11
25
16
19
47
37
32
15,67
12,33
10,67


Grafik Hasil Pengamatan terhadap Pertumbuhan Jumlah Daun (Dalam Cm),
Berdasarkan grafik di atas, menunjukkan bahwa Pertumbuhan jumlah daun dengan Tidak ada pupuk lebih banyak daripada pupuk kandang dan pupuk urea.







BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah melakukan Penelitian dan Pengamatan pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan bawang merah, Kami dapat menyimpulkan bahwa :
1.      Hipotesis yang kami ajukan dalam pengamatan ini adalah ‘Pemberian pupuk urea terhadap tanaman bawang merah akan mempercepat pertumbuhannya.’
2.      Berdasarkan hasil pengamatan, hasil hipotesis kami tersebut ditolak, karena hasil pengamatan yang kami lakukan ternyata pemberian pupuk kandanglah yang mempercepat pertumbuhan bawang merah.
3.      Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan ternyata tanah biasalah yang dapat memperbanyak pertumbuhan daun.
























DAFTAR PUSTAKA

Jati, Wijaya.2007.Aktif Biologi untuk SMA/MA Kelas XII.Ganeca exact : Jakarta


Nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW




1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Siti Khadijah Binti Khuwailid
Saudah Binti Zam’ah
Siti Aisyah Binti Abu Bakar
Zainab Binti Huzaimah Bin Abdullah Bin Umar
Juwairiyah Binti Haris
Sofiyah Binti Hay Bin Akhtab
Hindun Binti Abi Umaiyah
Ramlah Binti Abi Sufyan
Hafsah Binti Umar Bin Khattab
Zainab Binti Jahsy Bin Ri’ah
Maimunah Binti Haris


Nama-nama Rasul Allah SWT



1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.

Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Nabi
Adam a.s.
Idris a.s.
Nuh a.s.
Hud a.s.
Saleh a.s.
Ibrahim a.s.
Luth a.s.
Ismail a.s.
Ishak a.s.
Yakup a.s.
Yusuf  a.s.
Ayub a.s.
Zulkifli a.s.
Syu’aib a.s.
Yunus a.s.
Musa a.s.
Harun a.s.
Ilyas a.s.
Ilyasa a.s.
Daud a.s.
Sulaiman a.s.
Zakaria a.s.
Yahya a.s.
Isa a.s.
Muhammad saw.